Cinta itu penuh warna layaknya pelangi, bahkan lebih. Pelangi, indahnya hanya sekejap. Namun, cinta punya warna lain mengenai keindahan. Cintapun punya warna tentang memaknai. Dan sesungguhnya kita perlu memahami, warna-warnanya. Berpelangi dalam cinta adalah cara untuk bahagia dan membahagiakan.
Jika kau menyebut cinta, maka seharusnya kau merasa bahagia. Jika kau menyindir cinta, maka seharusnya kau sadar, kau sedang ingin bahagia.
Karena warna-warninya, cinta dapat bermetamorfosa menjadi makna
Karena warna-warninya, ia menggerakkan
Bahkan, karena warna-warninya, ia pun dijadikan penyebab kegalauan. Galau karena tangan tidak dapat meraih kebahagiaannya. Ya, melainkan kepalsuannya. Iya, palsu, yang berarti bukanlah cinta. Entah apa.
Cinta itu definisi utamanya adalah rasa yang mensyukuri, rasa yang tenang dan memaknai. Cinta kata kerja yang tak akan bisa bekerja tanpa mensyukuri.
Cinta itu memperbaiki bagi yang benar-benar merasakannya.
Cinta itu mengembalikan pada sumbernya. Allah SWT.
Cinta itu lillah.
Cinta adalah kumpulan sudut pandang. Karenanya, muncul atribusi positif dan negatif.
Cinta bukanlah mengusahakan untuk memiliki suatu hal. Namun, memaknai mengapa suatu hal mampu menjadi milik kita dan tak mampu menjadi milik kita. Sehingga mengontrol diri, untuk tidak terlalu cepat merasa kecewa.
Cinta itu apapun :)) bukan hanya milik dua sejoli.
Maka, kupersilahkan kamu, untuk terus berpelangi dalam cinta, untuk mengatasi mendung dalam wajah kehidupanmu dan mendekati Sang Maha Cinta. Allah SWT.